Hari ini Anda pengunjung ke :

Thursday, March 23, 2017

Charity Pemberian Asuransi Gratis Bagi 200 Pengendara Motor di Kota Bandung



BANDUNG - Melihat pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor roda dua yang semakin bertambah yang berdampak pada tingginya angka kecelakaan membuat pengendara motor menjadi harus lebih waspada di jalan raya untuk menghindari terjadinya musibah yang dapat merenggut jiwanya.

Hal tersebut menimbulkan kepedulian kami untuk melindungi para pengendara motor dengan asuransi kecelakaan. Namun yang harus dipikirkan juga adalah asuransi tersebut harus bernilai cukup besar agar dapat pula mempunyai nilai manfaat lebih bagi ahli waris saat ditinggalkan “tulang punggung” keluarga untuk dapat bertahan hidup.

Maka PT. Singa Mas Indonesia, anak perusahaan Charoen Pokphand bersama CV. Sriwijaya Mandiri melakukan CSR di Kecamatan Cidadap Kota Bandung dengan nama acara “Charity Pemberian Asuransi Gratis Bagi 200 Pengendara Motor dengan Nilai Pertanggungan selama 1 tahun sebesar 125 Juta Per Orang”.

Kegiatan ini disambut gembira oleh Camat Cidadap beserta jajarannya. H. Yasa Hanafiah – Camat Cidadap menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat baik dan bermanfaat mengingat masyarakat banyak yang menggunakan kendaraan roda dua, jadi dengan adanya polis asuransi gratis bagi warga ini ada semacam perasaan tenang oleh warga apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan misalnya kecelakaan saat bekerja sampai terjadi meninggal dunia, keluarga yang ditinggalkan sebagai ahli waris  akan menerima dana pertanggungan yang cukup besar dan kami berharap bisa membantu untuk melanjutkan kehidupannya.

Public Relation & Marketing Event Manager PT. Singa Mas Indonesia - Santo Kadarusman berharap kegiatan charity ini dapat menjadi semacam pengingat untuk kita agar lebih berhati-hati dijalan maupun saat bekerja, dimana keluarga sangat menantikan kita dirumah. Jadi jangan lupa berdoa, dan tetap menjaga keselamatan, pergunakan kelengkapan dalam berkendara dan patuhi rambu-rambu lalulintas selama di jalan, begitu kata Santo.


Ide Charity ini sendiri sebenernya dari tanpa sengaja mendengarkan obrolan keresahan dua orang yang merasa apabila terjadi sesuatu musibah pada dirinya yang mengakibatkan meninggal dunia, keluarganya tidak siap dengan kepergiannya terutama belum adanya harta yang ditinggalkan bagi ahli waris. Disinilah kami berpikir bahwa kematian itu tidak bisa dihindari sehingga mesti ada persiapan buat yang ditinggalkan, dalam hal ini asuransi yang diberikan mempunyai perlindungan selama 1 tahun dan memberikan dana sebesar 125 juta bagi ahli waris yang ditinggalkan, kami rasa itu dapat dijadikan modal usaha untuk bertahan hidup saat kehilangan “tulang punggung” keluarga. Di acara ini juga kami memberikan sebuah usaha yang dikemas dalam aplikasi android berupa warung online dimana warga yang mendapat Charity dapat memulai usahanya agar benar-benar siap untuk mandiri, seperti itu yang disampaikan Muhammad Azmi – Direktur Operasional CV. Sriwijaya Mandiri.

Acara penyerahan Polis Asuransi dan Aplikasi Usaha Gratis ini diberikan di Kantor Kecamatan Cidadap Kota Bandung, Jl. Hegarmanah Tengah No. 1 pada hari Kamis, 23 Maret 2017.

Tuesday, March 21, 2017

Jabar Akan Buat Pergub Terkait Angkutan Umum Online

BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membuat Peraturan Gubernur (Pergub) terkait angkutan atau transportasi umum berbasis aplikasi online. Pergub ini dibuat dengan mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek, sehingga akan ada kesetaraan antara angkutan konvensional dengan angkutan online.

Permenhub Nomor 32 Tahun 2016 ini akan diberlakukan per 1 April 2017 dan menjadi acuan agar usaha angkutan konvensional maupun online sewa bisa tertib secara hukum. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menilai semua angkutan yang berkaitan dengan kebutuhan publik harus memberikan jaminan dalam bentuk apapun, termasuk keselamatan dan terpenuhinya aspek kebutuhan publik.
Untuk itu, kesetaraan dalam berkendara melayani masyarakat dari sisi aturan dan hukum harus berlaku untuk semua jenis moda angkutan umum. "Terkait kuota, tarif atas - tarif bawahnya akan diatur, kemudian harus kir sama dengan yang biasa (angkutan kovensional), SIM-nya juga harus SIM A Umum, pajaknya berlaku. Kan ga mungkin ada sebuah usaha negara tidak mendapatkan apapun dalam bentuk pajak yang akan dikembalikan kepada masyarakat," ujar Aher usai  melakukan video conference bersama Kapolri, Menhub, dan Menkominfo terkait Permenhub tersebut di Mapolda Jawa Barat, Jl. Soekarno-Hatta No. 748, Kota Bandung, Selasa (21/3/17).
Khusus Pergub yang akan dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Barat akan secepatnya diberlakukan dan diatur beberapa kewenangan yang diserahkan kepada Pemerintah Daerah. Kata Aher, hal-hal seperti kuota atau batasan jumlah angkutan, serta aturan tarif atas dan bawah akan tercantum dalam Pergub tersebut.
"Kuota akan diatur, kan jangan terlalu banyak. Jangan sampai di Kota Bandung banyak banget Taksi Online. Sudah banyak Taksi Konvensional. Kita atur kuotanya supaya pas ya, tidak menimbulkam kemacetan dan kemudian rizki bisa didapatkan oleh siapapun dengan berkompetisi menghadirkan pelayanan yang terbaik," ungkap Aher.
"Kemudian yang kedua akan diatur tarif atas - tarif bawah ya, akan segera Gubernur memutuskan dalam bentuk Pergub," lanjutnya.
Terkait aksi demonstrasi yang belakangan ini kerap terjadi di beberapa wilayah di Jawa Barat untuk memprotes keberadaan angkutan berbasis aplikasi online, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Anton Charliyan meminta para pengusaha angkutan konvensional maupun online agar tidak melakukan aksi lagi. Pemerintah bersama aparat berwenang menurut Anton telah berkomitmen melalui Permenhub untuk menyelesaikan permasalahan ini.
"Sekarang Pemerintah sudah hadir untuk menyelesaikan permasalahan dan akan dilaksanakan Permen 32 Tahun 2016 yang mengatur mulai tata cara tarif penentuan sewa, penentuan CC, kuota, pajak, dan lain-lain, sehingga nanti ada kesetaraan antara pengusaha konvensional dengan online," tutur Anton usai video conference.
"Mereka pun juga (Taksi Online) nanti akan kita berlakukan persyaratan-persyaratan sebagaimana yang juga diberlakukan kepada konvensional," tambahnya.
Untuk itu, dalam waktu dekat, Anton akan mengundang seluruh stakeholder untuk duduk bersama menyelesaikan permasalahan tersebut. Sementara terkait Pergub yang akan dikeluarkan oleh Pemprov Jawa Barat, Anton menilai Pergub tersebut penting sebagai pedoman aparat kepolisian dalam melaksanakan tugas.
"Ini (Pergub) hal yang sangat penting yang bisa dijadikan pedoman khususnya bagi Kepolisian untuk bersikap dan bertindak. Karena kepolisian juga tidak bisa bersikap dan bertindak tanpa adanya suatu legalitas yang sah," pungkas Anton.
Agar bisa terimplementasi dengan baik, untuk itu perlu dilakukan sosialisasi dengan baik aturan-aturan terkait angkutan umum ini, sehingga ke depan tak akan ada lagi aksi mogok angkutan umum yang merugikan masyarakat. Selain itu, aturan yang ada juga perlu diterapkan dengan baik agar keseteraan atau azas keadilan dalam berusaha bisa dikedepankan tanpa ada pihak yang dirugikan.

Netty: Perempuan Harus Berpendidikan Tinggi

Kab. Cianjur - Menempuh pendidikan tinggi pastilah menjadi hal yang sangat penting, terutama bagi kaum laki-laki karena menjadi akan modal yang menentukan kemampuannya sebagai tulang punggung keluarga. Namun bukan berarti perempuan tidak wajib mengutamakan pendidikan. Perempuan juga penting berpendidikan tinggi, karena akan menjadi pendidik pertama di keluarga.

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat Netty Heryawan juga mengatakan, perempuan yang berwawasan akan mampu melindungi keluarganya dari ancaman-ancaman permasalahan sosial, termasuk kekerasan seksual pada anak. Siapapun, kata Netty, sangat berpotensi menjadi korban maupun pelaku kekerasan. Dan sebagian besar diantaranya adalah anak-anak yang mengalami pengalihan pengasuhan dari orang tuanya.

Netty memaparkah hal tersebut dihadapan sekitar 200 orang mahasiswa dan kader PKK, saat menjadi narasumber dalam acara Kuliah Umum bertajuk "Peranan Perguruan Tinggi dalam Peningkatan Kesejahteraan Perempuan dan Anak dalam Era Globalisasi" di Auditorium Universitas Suryakancana, Jl. Pasir Gede Raya Kab. Cianjur, Selasa (21/03/2017).

Menurut Netty sebagai subjek pembangunan, kehadiran perempuan​ tidak dapat dimarginalkan. Sedangkan anak-anak​ akan mengisi ruang-ruang kepemimpinan bangsa di masa depan, sehingga jika anak mengalami pengalihan pengasuhan, maka tinggal tunggu tanggal main kekalahan bangsa ini di mata dunia.

"Untuk itu, saya sangat apresiasi Universitas Suryakancana yang berani menghadirkan tema perempuan dan anak ini, tema yang sangat strategis," ungkap Netty.

"Dikatakan startegis karena korbannya banyak, menyasar ruang emosi yang luas, dan dampak sosialnya juga panjang," sambungnya.

Berhubung di dalam sebuah keluarga, orang yang paling banyak menghabiskan waktu dengan anak adalah ibu, maka dari itu perempuan juga penting mendapatkan pendidikan yang tinggi agar mampu mendampingi proses belajar anak-anaknya, serta membentengi keluarganya dari dampak negatif kemajuan teknologi melalui literasi media.

"Jangan takut, Pak. Kalau perempuan cerdas, bukan untuk menjadi rival laki-laki, tapi untuk menjalankan tugas utamanya sebagai pendidik pertama manusia." ujar Netty mengutip ungkapan Ibu Kartini.

Monday, March 20, 2017

Pelaku Pangan di Jabar Gelar Temu Teknis PUPM Melalui TTI

KAB. SUMEDANG – Pelaku pangan seluruh Jawa Barat menggelar pertemuan dalam Temu Teknis Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) melalui Toko Tani Indonesia (TTI). Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar membuka langsung pertemuan yang juga dihadiri para petani di Hotel Puri Khatulistiwa, Jl. Raya Jatinangor Km 20, Jatinagor, Kabupaten Sumedang, Minggu malam (19/3/17).
 
Fluktuasi harga pangan yang berdampak pada inflasi, serta mata rantai distribusi pangan menjadi latar belakang digelarnya pertemuan ini. Meskipun inflasi Jawa Barat masih berada pada kisaran normal (2,75% pada 2016) dan telah diberlakukannya program Toko Tani Indonesia (TTI) sejak tahun lalu, kondisi harga pangan di Indonesia dan Jawa Barat pada khususnya masih bergejolak di pasaran.
 
Untuk mengatasi persoalan tersebut Wagub Deddy Mizwar menilai pertemuan ini sangat penting dan strategis. Stabilitas pasokan pangan dan mata rantai distribusi masih menjadi penentu kondisi harga pangan. Untuk itu, melalui temu teknis ini bisa ditemukan solusi mulai dari hulu hingga hilir persoalan pangan dan petani yang ada di lapangan.
 
"Ada tiga komoditas utama ya, beras, bawang merah, dan cabai. Bagaimana dari hulu hingga hilir ini harus bisa dijaga. Pertama, untuk menjaga inflasi. Dan kedua, jangan sampai ada mata rantai distribusi ini yang dirugikan. Petaninya juga harus diuntungkan, kemudian juga di hilirnya – khususnya konsumen dan pedagang juga tidak dirugikan. Artinya kestabilan harga perlu dijaga," ungkap Deddy usai membuka acara.
 
Menurut Deddy, informasi mengenai struktur produksi pangan – distribusi – hingga ke tangan konsumen juga perlu ditingkatkan pengetahuannya bagi semua pelaku pangan. Hal ini akan menjadi sangat penting sebagai antisipasi gejolak inflasi serta untuk mengetahui harga pangan dalam kondisi baik.
 
"Informasi akan menjadi sangat penting. Kapan tanamnya, kapan panennya, dimana, dan bagaimana cara para petani tadi bisa mendistribusikan produknya dan kapan distribusinya, supaya pada saat harga yang bagus ini diatur dan diperhitungkan dengan baik," tutur Deddy.
 
Untuk mengatasi persoalan harga dan pasokan pangan, sejak 2016 Pemerintah telah menggulirkan program Toko Tani Indonesia (TTI). TTI adalah sebuah proses pemotongan mata rantai distribusi pangan dari petani hingga ke tangan konsumen. Melalui TTI mata rantai distribusi dipangkas menjadi hanya tiga rantai. Mulai dari petani (anggota Gapoktan) – Gapoktan membeli bahan pangan dari anggota (petani) – Gapoktan menjual kepada TTI – dan TTI akan memasarkan langsung ke masyarakat.
 
"Toko Tani Indonesia sendiri sebuah proses. Jadi proses distribusi pangan dari petani hingga konsumen, yang dalam sehari-hari bisa delapan atau sembilan rantai, tetapi dengan TTI ini hanya dengan tiga rantai sudah cukup. Artinya disana ada pemotongan rantai pasar. Dari Gapoktan ke TTI dari TTI kemudian langsung ke konsumen," ujar Riwantoro, Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI yang turut hadir pada acara pembukaan.
 
Melalui program ini, Pemerintah berharap bisa mengurangi disparitas harga yang selama ini sangat tinggi, antara harga petani dan harga konsumen. Riwantoro menjelaskan ada tiga alasan TTI ini digulirkan. Pertama, pemerintah ingin membantu petani melalui Gapoktan dimana kondisi harga biasanya jatuh ketika masa panen. Kedua, untuk melancarkan arus pasokan pangan hingga ke konsumen. Karena sering terjadi ketika tidak masa panen pasokan ke konsumen terhambat, dampaknya harga menjadi tinggi. Ketiga, diharapkan melalui TTI ini konsumen akan mendapat harga bahan pangan yang terjangkau namun berkualitas baik.
 
Tahun ini hanya 406 Gapoktan yang difasilitasi oleh Pemerintah secara nasional dan 123 diantaranya ada di Jawa Barat. Sementara itu, Pemerintah pusat menargetkan bisa membangun TTI sebanyak 1.000 dengan fokus di Jabodetabek pada tahun ini. "Kenapa Jabodetabek? Tahun lalu kita mulai TTI dengan 1.000 di 32 provinsi. Setelah kita evaluasi ternyata barometer harga, pasokan ada di DKI, sehingga DKI dan sekitarnyalah yang kemudian akan kita atasi permasalahan yang ada," kata Riwantoro.
 
Pada 2017 Jawa Barat mendapatkan dana bantuan Pemerintah untuk mendukung Program PUPM, yaitu sebanyak 123 unit Lembaga Usaha Pangan Masyarakat (LUPM) atau lembaga Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) atau Kelompok Tani (Poktan), sedangkan pada Tahun 2016 sebanyak 77 unit. Jumlah TTI ditargetkan sebanyak 250 Toko yang tersebar di Depok, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi, serta sejumlah TTI yang berada di wilayah Provinsi DKI Jakarta.
 
Lembaga Gapoktan/Poktan diberikan bantuan dana untuk membeli gabah dari para petani sekitar, dengan harga pembelian minimal sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP), yakni Rp 3.700,00 per kilogram Gabah Kering Panen (GKP). Gapoktan/Poktan melakukan pengolahan sesuai grade atau kelas beras Premium, untuk selanjutnya dijual kepada TTI dengan nilai harga di bawah harga pasar yang berlaku.
 
Temu Teknis PUPM melalui TTI ini digelar dalam rangka sosialisasi program kepada pemangku kepentingan ketahanan pangan provinsi dan kabupaten/kota, masyarakat petani, dan pelaku perdagangan komoditas pangan se-Jawa Barat. Selain itu, sebagai ajang pertemuan antara Gabungan Kelompok/Kelompok Tani sebagai produsen dengan Pedagang Komoditi Pangan sebagai Toko Tani Indonesia (konsumen).
 
"Tujuannya kita juga ingin melakukan kerjasama yang mengikat dengan menandatangani perjanjian kerjasama antara PUPM dan TTI untuk mewujudkan stabilitas pasokan dan harga," ucap Dody Firman Nugraha, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat dalam laporannya di acara pembukaan.
 
Acara temu teknis ini dihadiri sekitar 650 orang peserta. Terdiri dari:
1.    Ketua Gapoktan PUPM Tahap Penumbuhan Tahun 2017 (123 orang);
2.    Ketua Gapoktan/Poktan PUPM Tahan Pengembangan yang dibentuk Tahun 2016 (77 orang);
3.    Penyuluh Pertanian/Petugas Lapang sebagai Pendamping TTI di wilayah Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi (42 orang);
4.    Penyuluh Pertanian/Petugas Lapang sebagai Pendamping Gapoktan/Kelompok Tani PUPM Penumbuhan (123 orang);
5.    Pedagang Komoditi Pangan selaku Toko Tani di wilayah Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi (200 orang); serta
6.    Tim Pembina dan Tim Teknis PUPM Kabupaten/Kota di Jabar (70 orang).
 
Pada kesempatan ini, dilakukan pula launching atau Peluncuran Pengiriman Perdana Penguatan Usaha Pangan Masyarakat dari LUPM kepada Toko Tani Indonesia. Peluncuran dilakukan secara simbolis dari Gapoktan Jaya Makmur (Kota Bandung) kepadaToko Kembar (Kabupaten Bogor) dengan komoditi yang dikirimkan yaitu Beras. Lalu dari Poktan Mekar Mulya (Kabupaten Majalengka) kepada Toko Kopamas (Kabupaten Bekasi) dengan komoditi Cabai, serta Poktan Cipta Raharja (Kabupaten Majalengka) kepada  Toko Handoko (Kabupaten Bekasi) dengan komoditi Bawang Merah.

Sunday, March 19, 2017

Ribuan Cangkir Kopi Jabar Gratis di #Ngopisaraosna Vol 1

BANDUNG – Sebanyak 40 pegiat kopi yang terdiri dari petani dan produsen kopi Jabar memeriahkan gelaran #NgopiSaraosna Vol. 1 yang diadakan di halaman Gedung Sate, Jl. Diponegoro Bandung, Minggu (19/3/17). Mereka tidak hanya hadir, tapi juga membagikan kopi tubruk bercitarasa khas lahan masing-masing dengan gratis kepada pengunjung yang kebanyakan adalah para pecinta kopi. 

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) beserta istri, Netty Heryawan, dan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar turut ambil bagian dalam menikmati orisinil kopi Jabar bersama sedikitnya 4000 pengunjung yang dimanjakan lidahnya. Turut hadir juga para asisten daerah dan kepala dinas di lingkungan Pemprov Jabar. 

Sebagai salah satu pencinta kopi, Aher, tak henti-hentinya memuji kenikmatan kopi asal Jawa Barat yang mendapatkan predikat sebagai kopi terbaik di dunia, kopi Java Preanger dari Gunung Puntang.

"Dulu dinamakan Java Preanger Coffee yang terkenal di seluruh dunia. Meski asal muasalnya dari Kenya, langsung dibawa kesini (Jawa Barat) lewat jalur murni, mata rantai emas," papar Aher dalam sambutannya.

"Tahun 1922 sempat punah karena penyakit tanaman, sekarang muncul kembali dan merebut gelar juara kopi terbaik dunia di bulan April tahun 2016 lalu di Atlanta." pujinya bangga.

Dengan gamblang Aher menjelaskan manfaat kopi bagi tubuh, dengan catatan kopi dikonsumsi secara benar. Menurut Aher, kopi dapat memperkuat kinerja syaraf tubuh. Kopi juga menjadi obat herbal yang mencegah Alzheimer atau penyakit pikun. Minyak kopi yang sangat halus dan pekat dimanfaatkan sebagai bahan kosmetik yang bisa memperhalus kulit. Karenanya, isu bahwa kopi dapat menyebabkan penyakit jantung terbantahkan.

"Kopi yang membuat dada berdebar itu pasti ada kesalahan saat mengolahnya. Kopi juga bukan penyebab penyakit jantung, justru memperkuat syaraf jantung. Asalkan dikonsumsi jangan pakai gula," kata Aher.

"Mari budayakan minum kopi asal Jawa Barat. Kopi sehat: jangan ada gula diantara kita," tutupnya.

Pegiat kopi Kabupaten Bandung sekaligus pegiat kedai kopi Coffee First yang mengisi salah satu stand, Nanda Adi Nugraha, mengungkapkan ekspektasinya dengan acara ini dapat lebih meluaskan market para pengusaha kopi Jawa Barat. "Mudah-mudahan ada volume (kelanjutan acara) berikutnya dengan berbagai topik menarik seperti misal pembahasan mengenai inovasi-inovasi di dunia kopi yang dapat mengangkat lebih bagi kopi Jabar," harapnya. 

Acara ini mendapat apresiasi positif dari para pengunjung. Shera dan Dinda misalnya, pengunjung asal Cimahi ini mengaku sengaja datang untuk mencicipi kopi Puntang peraih gelar kopi terbaik dunia.

"Kita lihat info acaranya di IG (media sosial instagram), jadi sengaja datang. Kapan lagi kan, bisa ngicip kopi-kopi terbaik, gratis lagi." seru mereka.

Ada juga Hilman yang datang ramai-ramai dengan sahabat-sahabatnya. Hilman sebelumnya tidak mengetahui acara Ngopi Saraosna ini, mereka baru tertarik untuk datang saat hendak ber-selfie di depan Gedung Sate usai berolahraga di Gasibu. Bahkan ia mengaku sebelumnya tidak pernah menyukai kopi, namun sekarang mulai tertarik mendalami seni mengolah biji kopi.

"Saya baru sekarang lihat pengolahan kopi dari masih bentuk biji sampai bisa diminum, ternyata asik banget. Rasanya juga beda banget sama kopi di warung-warung," ujar mahasiswa Universitas Komputer Indonesia (Unikom) ini.

"Kalau nanti diadakan lagi, saya pasti datang lagi. Tiap tahun diadakan, tiap tahun juga saya pasti datang," ujarnya.


Budaya Kopi Jabar 
Pegiat Kopi Puntang sebagai insiator acara, Ayi Sutedja mengatakan gelaran ini memang dikhususkan untuk membangkitkan lagi budaya meminum kopi di masyarakat Jawa Barat. "Jawa Barat penghasil kopi kualitas premium, tapi sayang sekali masyarakat Jabar banyak yang tidak mengetahui kalau kopi asli Jabar itu mendapat pengakuan di tingkat internasional," katanya. 

Untuk itu, bersama Q (Quality) Grader, dan Pemprov Jabar melalui Biro Humas dan Protokol, dan Biro Umum Setda Jabar menggagas acara yang dimaksudkan menjadi trigger bagi geliat kopi Jabar. "Ada anggapan minum kopi adalah produk luar negeri. Padahal, Indonesia memiliki budaya asli seruput kopi dari sejak jaman nenek moyang. Kopi tubruk atau menyeduh kopi dengan cara 'ditubrukkan' langsung dengan air panas adalah cara terbaik menikmati kopi asli Indonesia," jelas Ayi panjang lebar. 

Selain kesempatan untuk mencicipi berbagai jenis kopi dari hampir seluruh daerah di Jawa Barat, digelar juga public cupping atau uji coba kualitas kopi dari tiga macam jenis biji kopi (biji yang masih hijau, biji yang sudah merah/matang, dan biji busuk).

Q Grader Jawa Barat, Acek, mengatakan acara ini juga sebagai wahana edukasi bagi para petani kopi untuk menghasilkan kopi yang bernilai tinggi. "Kualitas kopi tergantung pada treatment sebelum dan sesudah panen. Bagaimana para petani ini mengenali biji kopi yang matang, cara menjemur, hingga proses roasting. Itu semua turut menentukan kualitas kopi.